Senja Tersingkat

Senja Tersingkat

Terimakasih untuk waktu singkat yg kau beri
Aku mengenal rindu itu nyata pada akhirnya
Walau aku sudah mulai mengerti sedikit tentang perasaan ini
Ternyata waktu tetaplah tuhan dari segalanya
Dia lebih mengerti tentang akhir semua ini
Aku hanya laki-laki lemah yg tak mampu berdiri
dengan perasaan yg tak bernyawa
Walau kadang nyawa itu hadir dari cinta yg hakiki
Cinta tetaplah cinta yg pada akhirnya hanya sebuah misteri

Terimakasih pernah menjadi senja tersingkatku

Senyum Terindah


Senyum Terindah


Kita bertemu pada cinta yg di inginkan
Pada saat itu kau tersenyum padaku
Aku menikmati dengan cinta yg kumiliki
Kau membelai pipiku jauh dengan rasa itu
Aku tersenyum seakan waktu berhenti
Burung-burung bernyanyi dengan lantunan suara merdu

Kembali ku seka pipimu itu
Seolah aku tak ingin melepasmu jauh dalam kisah ini
Kita berbicara seakan cinta kita abadi
Kau tersenyum dengan bibir merah indahmu
Kunikmati setiap sudut senyummu
Berusaha memiliki semua yg kau beri pada saat itu
Aku tak ingin waktu berlalu
Aku terus genggam tanganmu
Membisikan cinta yg ku punya dari hati ini
Kau seolah mengerti bisikan hati ini
Kau menjawab dengan senyuman indahmu

Aku tak ingin kehilangamu
Walau sekalipun waktu mencoba mengambil kenangan ini
Aku kan melawan sekuat hatiku
Aku akan bertahan pada mimpi-mimpi
dalam lantunan cinta
Kau akan selalu ku jaga sampai raga ini tak dapat lagi menikmati
senyummu

Tetaplah menjadi pemilik hati ini
Sampai nanti kita tak dapat lagi berbicara
Kau kan selalu menjadi yg tercinta
Kita jalin asmara sampai nanti kita tak lagi bersama
Kau adalah kasih terindah dalam jiwa raga ini

KANAMIA

KANA || Cerpen
si pencari senyum-nya

Pada suatu pagi yang cerah seperti biasanya aku menunggu di pagar sekolah. menunggu wanita yang telah lama menjadi pujaanku hanya untuk menyapa dan mengucapkan pagi kepadanya. aku adalah kana lelaki pemalas dan begajulan. ya seperti itulah wanita menyebutku. sedangkan wanita pujaanku adalah mia dia wanita berjilbab dengan paras cantik dan anggun. aku dan mia seperti angakasa dan bumi. tapi apa peduliku dengan penampilan dan status, bagiku mengucap pagi kepada mia saja sudah cukup walau mia hanya berjalan menuju kelas seperti aku ini adalah patung. ya akhirnya wanita yang kutunggu itu terlihat turun dari mobil yang selalu di gunakan untuk mengantarnya.

kana :selamat pagi mia. hari ini indah ya seperti wajahmu " sapaku pada mia "
mia : " terus berjalan "

ya seperti itulah yg selalu aku dapatkan walau sudah sering aku menyapa dan mengucapkan selamat pagi padanya. terkadang aku berpikir apa laki-laki sepertiku tak pantas mendapatkan sekedar senyumannya saja? ah sudahlah lagi-lagi aku tak peduli tentang itu. teeettttt " bel berbunyi. tandanya jam pelajaran dimulai ".
aku adalah anak kelas 1SMA. aku masih berumur 16 tahun. mia sama sepertiku dia anak kelas 1 tetapi aku dan mia berbeda kelas mia di kelas A dan aku di kelas E. bahkan kelas saja tidak ingin kami bersatu haha. setiap di kelas aku hanya bisa memikirkan apa yang sedang mia lakukan di kelasnya. apakah sama seperti yg aku lakukan duduk di belakang sambil bermainkan kursi dan sesekali di lempar penghapus oleh guru lantaran aku hanya melamun tentang mia dan membuatku tersadar dari lamunanku " tidak mungkin wanita seperti mia melakukan hal bodoh seperti yg aku lakukan, ucapku dalam hati ".
terbesit pikiranku untuk melihat apa yg sedang di lakukan mia. aku izin ke toilet dan melewati kelasnya sembari melihatnya. perlu di ketahui aku sudah melakukan ini yg ke 5 kalinya tapi tetap saja aku tak tau apa yg di lakukan mia lantaran ketika pelajaran sudah di mulai semua pintu kelas di tutup. kali ini aku berpikir aku akan mencoba melihatnya dengan cara apapun " melihat ke arah jendela " ya muncul lah ide nakal ku, aku akan mengintipnya melalui jendela itu, walau jendela itu harus ku jangkau dengan bantuan kusi dan semacamnya. " mencari benda di sekitar " aku melihat tong sampah yg bisa jadikan sebagai pijakanku untuk menggapai jendela.

" aku mengangkat tong sampah berusaha meletakannya "
" berdiri mencoba meraih pegangan pada jendela "

akhirnya aku berhasil melihat kelas mia " sontakku bahagia dalam hati "
" melirik ke arah penjuru setiap ruangan ini mencoba mancari mia "

dalam pencariaan tiba-tiba aku mendengar suara teguran dari arah kananku.
" kana apa yg kamu lakukan? mengintip kelas lain. apa yg sedang kamu liat? "
karena kaget aku akhirnya hilang kendali pada peganganku di jendela. gubraaakk " aku terjatuh.
seketika aku melihat ke arah orang yg bersuara tadi, dia adalah ibu guru BP(budi pekerti).
setelah itu terdengar suara riuh tertawa. ternyata anak-anak di kelas mia mendegar suara ribut di luar dan mereka melihat yg terjadi. yuup. mia pun ada disana seketika wajahku memerah malu dan berusaha bangkit namun dalam percobaanku untuk bangkit aku merasakan sakit di pinggang dan akhirnya aku harus di bawa ke uks sekolah.

ini benar-benar memalukan buatku aku sangat malu dengan kejadian itu. tapi, ada yg membuatku bahagia pada kejadian itu.
pada saat suara riuh tertawa aku melihat ke arah mia dan dia tertawa kepadaku. ahhhhh tawa kecil di bibirnya itu membuat aku terus memikirkannya. indah sekali memang walau aku harus menjadi malu tapi tak apalah setidaknya hari ini aku berhasil melihatnya tertawa walau hanya sedikit. akhirnya ibuku datang menjemputku karena pihak sekolah menelepon dan aku akan dibawa kerumah sakit karena takut ada yg cedera. ya begitulah kisahku hari ini untuk mendapatkan senyumnya yg akhirnya mendapat tawa kecilnya. semoga esok dia mau tersenyum kepdaku.




Imajinasi

Imajinasi

Pagi gelap, tercipta rasa sepi
Embun datang mendinginkan rinduku
Hati berilusi... kosong
Aku membisu
Aku menyadari
Kamu sepiku
Kamu hanya ilusi yang terimajinasi cintaku

Ku jelang pagi dengan secangkir rindu
Ku aduk setiap tetesnya dengan kenangan
Ku beri sedikit saja ketulusan agar tetap syahdu
Coba ku nikmati dengan angan-angan
ternyata nikmat omong kosong ini



Antara Senyummu dan Senjaku

Antara Senyummu dan Senjaku


Kau tersenyum 
Walau senyuman itu masih dalam bingkai
Namun senyuman itu melukis sebuah keikhlasan
Aku membisu...
Senja hari ini indah dalam balutan puisi
Aku melihat... nyatanya kamu menghapus senjaku dalam balutan senyuman
Aku menikmati
senyummu dan senjaku

sudahlah... Aku akan menikmati sore ini
Dengan senyummu dan puisi senjaku